Hadir Sebagai Ketua KKMM, LHK Apresiasi DW Bisa Satukan Masyarakat Muna - KABAR

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 15 Juli 2026

Hadir Sebagai Ketua KKMM, LHK Apresiasi DW Bisa Satukan Masyarakat Muna

KENDARI,KONOHA Rencana pelaksanaan Pertemuan Akbar Keluarga Besar Muna se-Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kendari pada 19 Juli 2026 mendatang, murni merupakan ajang silaturahmi kebudayaan dan persaudaraan. Kegiatan ini menegaskan posisi organisasi paguyuban yang berdiri di atas semua golongan, bukan sebagai panggung politik praktis.


​Hal tersebut ditegaskan menyusul adanya tudingan dari sejumlah pihak yang menilai agenda akbar ini ditunggangi oleh kepentingan konsolidasi partai politik tertentu demi menguntungkan figur berinisial DW.


​Tokoh masyarakat Muna, LHK, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif pertemuan ini. Menurutnya, kehadiran DW dalam momentum tersebut adalah kapasitasnya sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM), sebuah tanggung jawab moral untuk merekatkan kembali ikatan kekerabatan warga muna di perantauan.


​"Pertemuan ini adalah murni tentang kebersamaan dan persatuan masyarakat Muna. DW hadir dan bergerak di sini sebagai Ketua KKMM, bukan sebagai ketua partai. Kita harus bisa membedakan mana wilayah pengabdian sosial-kultural dan mana wilayah politik," ujar LHK saat memberikan keterangan, Kamis (2/7/2026).


​LHK juga menambahkan bahwa kemampuan menghimpun dan menyatukan ribuan warga Muna dari berbagai latar belakang di Sultra dalam satu forum silaturahmi harus dilihat sebagai capaian positif bagi soliditas daerah, bukan justru ditarik ke ranah sentimen politik elektoral.


​Senada dengan hal itu, pihak panitia penyelenggara menyatakan bahwa target kehadiran massa yang besar merupakan potret antusiasme warga yang rindu akan ruang silaturahmi daerah, dan tidak ada kaitannya dengan mobilisasi mesin partai politik.


​Kepanitiaan dibentuk secara inklusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, kepemudaan, dan tokoh-tokoh adat Muna tanpa memandang afiliasi politik formal apa pun.


​Melalui pertemuan akbar pada 19 Juli nanti, masyarakat Muna di Sultra diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif demi pembangunan daerah, sekaligus membuktikan bahwa ikatan kultural masyarakat Muna tetap kokoh dan tidak mudah terpecah oleh dinamika politik luar.

​Penulis: Jarot 

Editor: redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad