Waow..!! Kades Hiliwaebu Ulunoyo Diduga Habiskan Dana Desa 2021–2024 untuk Kepentingan Pribadi, Warga Mengamuk



 
NIAS SELATAN,Kabarkonoha.com
_ Aroma busuk dugaan korupsi Dana Desa (DD) kembali menyengat dari Desa Hiliwaebu Ulunoyo. Kesabaran warga kini mencapai titik nadir terhadap kepemimpinan Kepala Desa berinisial YW, yang diduga mengelola dana publik secara serampangan, tanpa transparansi, tanpa akuntabilitas, dan tanpa rasa malu sejak 2021 hingga 2024.
 
Informasi yang dihimpun awak media di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Hiliwaebu sudah muak dengan gaya kepemimpinan YW yang dinilai tak punya itikad sedikit pun untuk membangun desa. Warga menegaskan, selama empat tahun, pembangunan hanya menjadi ilusi di atas kertas, sementara kondisi desa tetap memprihatinkan. “Pembangunan mangkrak, uang lenyap entah ke mana!” seru seorang warga dengan nada geram.
 
Amarah warga bukan isapan jempol belaka. Perangkat desa sendiri mengaku, selama kepemimpinan YW, mereka seperti kehilangan kompas. Administrasi amburadul, program tak jelas, sementara Dana Desa yang mengalir setiap tahun justru menguap tanpa jejak. “Dana cair, hasil nihil! Kami juga pusing mau mempertanggungjawabkan apa,” keluh salah satu perangkat desa yang meminta identitasnya dirahasiakan.
 
Dugaan penyelewengan yang menyeret YW sungguh mencengangkan dan terkesan dilakukan secara terang-terangan, antara lain:
 
Daftar Dosa Kades YW yang Bikin Warga Geram:
 
- BUMDes, lengkap dengan BPKB dan STNK mobil, masih atas nama pribadi Kades hingga saat ini – seolah BUMDes adalah warisan keluarga.
- Sejak dibentuk, BUMDes tak pernah sekalipun menggelar rapat pengurus, tanpa laporan keuangan, tanpa transparansi.
- Ketua/Direktur BUMDes adalah ayah kandung YW, memperkuat dugaan bahwa hasil BUMDes “dikuras” untuk kepentingan keluarga.
- Dana COVID Rp100 juta tahun 2021 raib tanpa jejak – tak pernah direalisasikan.
- Sejumlah item anggaran tahun 2024 mangkrak total:
- Jalan tani — Rp184 juta
- Perjalanan dinas luar kota — Rp30 juta
- Air bersih Dusun II — Rp30 juta
- Sanitasi (syanting) — Rp6 juta
- Dana PKK — Rp4 juta (bahkan sejak 2022 tak pernah dicairkan)
- Dana kepemudaan — Rp4 juta
- Pengadaan aset kantor desa — Rp24 juta
 
Ironisnya, ketika warga menuntut pertanggungjawaban, YW hanya mengumbar janji manis bahwa semua proyek akan diselesaikan pada 2025. Realitanya? Sejak Agustus 2025, Kades justru kabur dan diduga asyik berfoya-foya di luar daerah, meninggalkan desa tanpa nakhoda.
 
Kondisi ini memicu amarah masyarakat Hiliwaebu. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, terutama Bupati dan Wakil Bupati, untuk segera turun tangan sebelum api amarah warga membakar segalanya. Warga menegaskan bahwa mereka sudah terlalu lama dipermainkan dan tidak sudi Dana Desa terus dijadikan “ATM pribadi” oleh oknum kepala desa.
 
Masyarakat juga mendesak Camat Ulunoyo serta anggota DPRD Nias Selatan agar tidak tutup mata dan segera menyerap serta menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah kabupaten. “Kami sudah muak! Dana Desa bukan untuk memperkaya dinasti Kades. Kami butuh tindakan nyata, bukan janji palsu!” gertak warga. (***) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال