Papua Barat Daya, kabarkonoha.com – Di tengah kemeriahan Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan tradisi open house, Dewan Pimpinan Pusat Emak Muda (EMUD) bersama Partai Gerindra memilih menghadirkan makna berbeda: turun langsung ke masyarakat, berbagi, dan menebar kebahagiaan.
Mengusung tema “Emak-Emak Berbagi”, para relawan tampil kompak mengenakan baju putih dan jilbab merah. Perpaduan ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol kuat—putih sebagai lambang kesucian dan keikhlasan, merah sebagai keberanian memperjuangkan rakyat. Bersatu, keduanya mencerminkan semangat Merah Putih, Indonesia Raya.
Ketua Umum EMUD, Ibu Oktasari Sabil, menegaskan bahwa Idul Fitri adalah momentum untuk benar-benar hadir bagi masyarakat.
“Di hari yang suci ini, kami ingin memastikan kebahagiaan dirasakan semua orang. Berbagi adalah wujud nyata kemenangan,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, EMUD terus bergerak mengawal program-program prioritas pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Kehadiran EMUD dan Gerindra pun disambut hangat warga. Bantuan yang diberikan bukan hanya soal materi, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan dihargai.
Salah satu warga yang menerima bantuan mengungkapkan rasa harunya.
“Terima kasih banyak untuk relawan Prabowo dan EMUD. Kami sangat terbantu. Terima kasih juga untuk Bapak Prabowo,” ucapnya dengan penuh syukur. Sabtu, (21/3/2026)
Hal senada juga disampaikan warga lainnya.
“Di hari Lebaran ini kami merasa benar-benar diperhatikan. Semoga kebaikan ini dibalas dan terus berlanjut,” katanya.
Di tengah gema takbir yang berkumandang, langkah sederhana ini menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang kepedulian—tentang hadirnya harapan di tengah masyarakat.
EMUD membuktikan, dari tangan emak-emak, kepedulian bisa menjadi kekuatan besar yang menyentuh hati rakyat dan menghidupkan semangat Indonesia.
Redaksi
