Nias Selatan – Kabarkonoha.com
Kasus terkait dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Negeri 1 Ulunoyo semakin menarik perhatian publik setelah seorang oknum guru honorer di sekolah tersebut mengaku sebagai wartawan saat menghadapi konfirmasi dari wartawan Feberius Buulolo. Peristiwa ini terjadi pada Senin (20/04/2026) melalui sambungan WhatsApp dini hari.
Feberius Buulolo, yang sedang melakukan konfirmasi terkait peruntukan dana BOS TA 2025 yang diduga banyak disalahgunakan oleh kepala sekolah, mendapati tanggapan yang tidak terduga dari orang yang mengaku sebagai Yosua Simangunsong.
Dalam percakapan chat, oknum tersebut menyampaikan: "Syalom. Febe ini Abng Yosua Simangunsong. Febe buat apa Garda Nasional itu mau datangi kakak? Emang apa besar Dana di SMKN 1 Ulunoyo. Sekolah kecil kegiatannya banyak. Kita sama2 orang lapangan ngapain di ganggu. Abng orang Target 24 Jam selama ini ngk mau sibuk di Nias masalah media."
Tak lama kemudian, pihak tersebut menunjukan kartu identitasnya dan menyampaikan bahwa "Redaksi yang baru di buat ama Angel Zaluku juga disitu abng wakil ketuanya adek abng badan hukumnya. Redaksi Ama Bima itu Topan RI itu Ketumnya abng kita Sumondang Simangunsong."
Sementara Feberius Bu'ulolo Melakukan cover bood Klarifikasi yang dinyatakan Oknum Guru Honorer Dalam What's
" Saya Tidak tahu dia di Media Ku Ucap Nya Singkat Kepada Feberius.
Menanggapi hal tersebut, Feberius bertanya: "Trus Knp Bang Tanya... Lanjut nya Lagi Klo udah Sama profesi Kita trus Apa Hubungan nya Saya dengan Redaksi Jalukhu..?"
Lebih lanjut, Feberius menyampaikan bahwa yang menjadi pertanyaan adalah penggunaan uang negara, bukan uang pribadi kepala sekolah. "Mohon Maaf Boss Klo Uang Pribadi Kepala Sekolah Yang di Pertanyakan jelas Itu Dah Pelanggaran Dari Lembaga dan Pers. Nah yang di Pertanyakan Lembaga Atau Awak Media Adalah Uang Negara. Nah kenapa Abng Ini Tiba² Menunjukan Id Cart Dan Mengaku media Sementara Status Abng Saya Lihat Guru di SMK 1 Ulunoyo..? Apa Begitu kira Kira..?" ujarnya dalam balasan chat.
Feberius juga menyampaikan bahwa ia akan datang ke lokasi pada hari berikutnya untuk memverifikasi data siswa, yang diduga tidak sesuai. "Saya kelokasi besok Coba Jumlah siswa itu Sesuai narasumber Hanyan 72 orang Sementara Data di Opspam data dapodik 99 orang Maka, Kejanggalan ini di Bongkar," tambahnya.
Dilaporkan bahwa oknum guru honorer yang mengaku sebagai wartawan tersebut diduga merupakan suami dari Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Ulunoyo. Tindakan tersebut dinilai seolah-olah membantah atau memadamkan dugaan penyalahgunaan dana BOS yang tengah diselidiki, padahal Feberius dikenal sebagai wartawan aktif Serta Tim Lembaga Garuda Nasional.
Liputan:Red
Tags
NIAS