google-site-verification: googleabf52aa23792b5c6.html Air Terjun Samiri Lolowau Jadi Tempat Wisata Angker, Dua Remaja Tewas Tenggelam Setelah Usai Ibadah

Air Terjun Samiri Lolowau Jadi Tempat Wisata Angker, Dua Remaja Tewas Tenggelam Setelah Usai Ibadah


keterangan Foto:Kapolsek Lolowau Bersama warga Samiri,Evakusi Korban Tergelam Air terjun Samiri.


 Nias Selatan – Kabarkonoha.com

Isak tangis keluarga dan warga mengiringi insiden tragis yang menimpa dua remaja perempuan asal Desa Samiri, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Kedua korban dikabarkan meninggal dunia ketika sedang berlibur dan berenang di lokasi air terjun desa setempat, Minggu (8/3/2026).

 

Korban yang diketahui masih pelajar di SMP Negeri 2 Onohazumba ini bernama Mesrawati Giawa dan Fislina Ndruru. Menurut keterangan warga setempat, kedua remaja tersebut diduga tenggelam saat berenang di muara air terjun setelah usai mengikuti ibadah Mingguan di gereja. Mereka berwisata di lokasi yang dikenal cukup angker dan jarang dikunjungi warga tersebut.

 


“Lokasinya cukup jarang yang datang, dan ini kejadian pertama kali,” ujar FG, warga setempat. “Diduga mereka hendak mengabadikan momen, tetapi nasib tragis menimpa mereka. Salah satu teman mereka sempat menyelamatkan diri saat kejadian,” tambahnya.

 

Sementara itu, seorang teman korban bernama Tuti Giawa menceritakan saat mereka bertiga mencoba berenang dan tiba-tiba keduanya menghilang dalam air. "Kaki saya sempat terseret, bahkan ikut tenggelam beberapa saat. Saya berusaha keluar dan memegang dinding batu di sana,” tuturnya. Setelah mengalami trauma dan rasa takut, Tuti dan teman-teman lainnya berusaha menghubungi keluarga dan warga untuk meminta pertolongan.

 

Upaya pencarian dilakukan warga dan petugas cukup dramatis, hingga akhirnya kedua korban ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan tidak sadarkan diri.

 

Pj Kepala Desa Samiri, Temaaro Halawa, menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap tenang, karena kejadian ini murni kecelakaan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membangun opini di luar fakta dan meminta warga untuk berhati-hati dan mengawasi anak-anak supaya tidak keluyuran tanpa pendamping dan izin orang tua.

 

“Hindarilah prasangka buruk dan jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran dan pengalaman berharga,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga anak dan tidak membiarkan mereka beraktivitas di tempat berbahaya tanpa pengawasan.

 

Kapolsek Lolowau, Simon Sitorus, menegaskan bahwa kejadian ini murni kecelakaan dan tidak ada unsur pidana. “Orang tua korban sudah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan, yang artinya kejadian ini adalah musibah. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap fisik korban maupun saksi,” jelasnya.

 

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar menghormati hari Minggu sebagai hari ibadah dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi membahayakan, serta mendukung program keagamaan dan kegiatan sosial.

 

Selain itu, anggota Koramil 10 Lolowau, S. Purba, menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban maupun saksi, dan bahwa korban sempat dibantu warga hingga sampai ke rumah dan tidak ada keberatan dari pihak keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib mengimbau agar seluruh warga lebih berhati-hati dan menjaga anak-anak dari bahaya saat beraktivitas di alam bebas.

Liputan:Red

Redaktur:FS.B44

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

JSON Variables

Magspot Blogger Template

World News

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال