google-site-verification: googleabf52aa23792b5c6.html Air mata Keluarga dan Dialog Ditengah Asap Ban : Pendekatan Humanis Wakapolda Akhir Blokade di kota Sorong

Air mata Keluarga dan Dialog Ditengah Asap Ban : Pendekatan Humanis Wakapolda Akhir Blokade di kota Sorong

.
Ketgam: Wakapolda saat Amankan Massa Aksi, Dengan Pendekatan Humanis Asap Hitam dan Pendemo Berhenti.💪💪


Kota Sorong,kabarkonoha.com_ Asap hitam dari ban yang terbakar sempat menyelimuti Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 12, Kota Sorong, Selasa (10/3/2026). Jalan utama yang menghubungkan Kota Sorong dengan wilayah Tambrauw lumpuh total. Namun di balik ketegangan itu, sebuah dialog sederhana antara keluarga korban dan aparat kepolisian perlahan meredakan amarah massa.

Blokade jalan yang dilakukan keluarga dan kerabat Abraham Franklin Delano Kambu akhirnya dibuka setelah Wakapolda Papua Barat Daya, Semmy Ronny Thabaa, turun langsung menemui keluarga korban dan berdialog secara terbuka di lokasi aksi.

Pendekatan yang menekankan empati dan komunikasi itu menjadi titik balik situasi yang sebelumnya memanas.

Sejak pagi, massa memalang dua jalur Jalan Jenderal Sudirman dengan membakar ban dan kayu. Aksi tersebut merupakan bentuk luapan duka sekaligus tuntutan kejelasan atas kematian Delano, pemuda asal Sorong yang ditemukan tewas di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, sehari sebelumnya.

Sejak pagi, massa memalang dua jalur Jalan Jenderal Sudirman dengan membakar ban dan kayu. Aksi tersebut merupakan bentuk luapan duka sekaligus tuntutan kejelasan atas kematian Delano, pemuda asal Sorong yang ditemukan tewas di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, sehari sebelumnya.

Kematian Delano meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Ia dilaporkan diserang orang tak dikenal pada Minggu malam (8/3/2026). Setelah sempat dinyatakan hilang, aparat gabungan bersama warga menemukan jasadnya pada Senin (9/3/2026) di sekitar lokasi kejadian.

Kematian Delano meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Ia dilaporkan diserang orang tak dikenal pada Minggu malam (8/3/2026). Setelah sempat dinyatakan hilang, aparat gabungan bersama warga menemukan jasadnya pada Senin (9/3/2026) di sekitar lokasi kejadian.

Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit sebelum dibawa pulang ke rumah duka di Kota Sorong.

Di tengah suasana duka itu, kemarahan keluarga sempat memuncak. Ketegangan bahkan nyaris berubah menjadi kericuhan ketika seorang aparatur sipil negara mencoba membubarkan aksi massa dan hampir menjadi sasaran amuk warga.

Situasi baru mereda setelah Wakapolda Papua Barat Daya datang langsung ke lokasi dan memilih berbicara dengan keluarga korban serta massa aksi.

Dalam dialog terbuka tersebut, keluarga korban menyampaikan dua tuntutan utama: klarifikasi atas informasi yang beredar mengenai penyebab kematian Delano serta pengungkapan pelaku pembunuhan.

Salah satu perwakilan keluarga, John Isir, meminta kepolisian memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut korban meninggal akibat tembakan.

“Dua hal yang keluarga minta, pertama klarifikasi terkait informasi yang beredar. Kedua, kami ingin pelaku yang bertanggung jawab atas kematian anak kami segera diungkap,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakapolda Semmy Ronny Thabaa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan kasus tersebut menjadi perhatian serius pimpinan kepolisian daerah.

“Kami hadir di sini karena peristiwa yang menimpa almarhum Delano menjadi atensi penting Kapolda. Kami sedang mengumpulkan seluruh keterangan agar kejadian ini dapat terungkap secara jelas,” kata Semmy.

Ia menjelaskan, setelah korban dilaporkan hilang, aparat gabungan TNI–Polri bersama masyarakat langsung melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, polisi menduga pelaku berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang selama ini beroperasi di kawasan hutan Distrik Bamusbama.

Meski demikian, polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan berbagai data serta keterangan saksi terus dikumpulkan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Sementara itu, Kapolres Tambrauw Praja Gandha Wiratama memastikan korban tidak meninggal akibat tembakan seperti yang sempat beredar di media sosial.

“Secara garis besar korban mengalami luka akibat benda tajam." tutupnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

JSON Variables

Magspot Blogger Template

World News

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال