google-site-verification: googleabf52aa23792b5c6.html Tragis! Bentrokan Berdarah di Rohul Tewaskan Satu Warga, Satgas PKH dan PT Agrinas Palma Nusantara Diduga Jadi Pemicu!

Tragis! Bentrokan Berdarah di Rohul Tewaskan Satu Warga, Satgas PKH dan PT Agrinas Palma Nusantara Diduga Jadi Pemicu!


Rokan Hulu - Kabarkonoha.com

Bentrokan berdarah kembali pecah di wilayah yang disebut Kawasan Hutan, di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Sabtu (7/2/2026), menewaskan satu orang dan melukai sejumlah lainnya. Aksi kekerasan ini diduga dipicu oleh permasalahan penertiban kawasan hutan oleh Satgas PKH yang diambil alih oleh PT Agrinas Palma Nusantara.

Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan lahan eks PT Berkat Satu, Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

 Bentrokan terjadi antara kelompok Pam Swakarsa yang menewaskan satu orang dan melukai sejumlah lainnya. Skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang dijalankan PT Agrinas Palma Nusantara disebut menjadi pemicu utama keributan.

Insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat kelompok pengamanan Swakarsa PT Nusantara Sawit Mazuma selaku KSO PT Agrinas Palma Nusantara mendatangi barak kantor kebun PT Berkat Satu. Di sana, kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru Desa Kasang Padang sedang bersiaga.

Menurut Kasi Humas Polres Rohul AKP Yohanes, sebelum kejadian, kedua belah pihak telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam dan sepakat menahan diri menunggu proses mediasi yang dijadwalkan pada Selasa (10/2/2026) di Kantor Camat Bonai Darussalam.

Namun, belum sempat mediasi dilakukan, sekitar 50 orang Pam Swakarsa dari pihak KSO datang beramai-ramai dengan membawa senjata tajam dan senapan angin. Mereka langsung mendesak kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru serta para pekerja PT Berkat Satu untuk mengosongkan barak.

 

"Situasi memanas ketika upaya menenangkan massa tak diindahkan," lanjut Yohanes.

Kelompok Pam Swakarsa KSO disebut memecahkan kaca jendela barak dan melepaskan tembakan senapan angin ke arah bangunan. Kepanikan pun tak terhindarkan. Kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru berlarian menyelamatkan diri melalui pintu belakang.

Akibat kejadian tersebut, satu orang anggota Pam Swakarsa KUD Telago Biru, Bernadus Betu alias Jon, tewas di tempat kejadian perkara. Selain itu, dua orang mengalami luka berat akibat tembakan, sementara tiga lainnya luka ringan, termasuk luka bacok dan luka akibat benda tajam.

"Pascakejadian kami langsung melakukan olah TKP, mengamankan kelompok Pam Swakarsa yang terlibat, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi korban," jelas Yohanes.

 

Korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan autopsi, sementara korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

 

"Saat ini kami telah melakukan penggalangan terhadap kedua kelompok Pam Swakarsa, berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak perusahaan, dan menyiagakan personel tambahan untuk mencegah konflik susulan," ungkap Yohanes.

 

Peristiwa ini kembali menyoroti keberadaan pengamanan dengan skema KSO di bawah Agrinas menjadi wilayah konflik agraria. Alih-alih meredam situasi, justru berulang kali memicu benturan fisik, dengan masyarakat lokal kembali menjadi pihak yang paling dirugikan bahkan harus kehilangan nyawa.

 

Satgas PKH dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk mengaudit dan menertibkan penggunaan kawasan hutan secara ilegal oleh korporasi di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan. Satgas ini berwenang melakukan penyegelan, pemulihan aset, dan penegakan hukum terhadap lahan yang menyalahi aturan, guna mengembalikan kedaulatan negara atas kawasan hutan.

Namun, dalam praktiknya, Satgas PKH diduga diambil alih oleh PT Agrinas Palma Nusantara, sehingga memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

 

Liputan:S.Buulolo

Redaktur:FS.B44

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

JSON Variables

Magspot Blogger Template

World News

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال