TAMBRAUW – Setiap tahun anggaran turun. Dana kampung cair. APBD disahkan. Program diumumkan. Struktur berjalan.
Tetapi pertanyaan mendasarnya sederhana:
Apakah uang yang mengalir itu benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat?
Di banyak kampung di Kabupaten Tambrauw, masyarakat masih menggantungkan hidup pada hasil kebun, ternak, dan bantuan pemerintah. Pasar belum sepenuhnya menjadi pusat distribusi yang aktif. Perputaran uang belum terasa kuat.
Jika dana miliaran rupiah masuk setiap tahun, tetapi:
-
Daya beli masyarakat tidak meningkat signifikan
-
Aktivitas perdagangan belum stabil
-
Lapangan kerja baru minim
Maka wajar muncul pertanyaan:
Apakah belanja daerah lebih banyak terserap di birokrasi dibanding sektor produktif?
Karena uang yang sehat seharusnya menciptakan efek berganda.
Jika tidak, berarti ada yang salah dalam desain kebijakan.
Dan ini baru permulaan.
Bersambung ke Volume 3…
By: Forum Pemerhati Kebijakan Publik Indonesia
.png)
