MUNA BARAT, KabarKonoha.Com _ Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan melalui program pembagian seragam sekolah dan alat tulis gratis bagi peserta didik baru tahun ajaran 2025. Program ini digagas sebagai langkah strategis untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan tersebut mulai direalisasikan sejak Desember 2025. Sasaran program meliputi seluruh peserta didik baru di TK Negeri, kelas I SD Negeri, serta kelas I SMP Negeri yang tersebar di wilayah Kabupaten Muna Barat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna Barat, La Samahu, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar siswa sejak awal masuk sekolah. “Setiap siswa menerima seragam lengkap mulai dari topi, baju, celana atau rok, sepatu, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Selain itu juga dibagikan alat tulis seperti buku dan pulpen,” jelasnya.
Menurut La Samahu, program ini merupakan kebijakan strategis Bupati Muna Barat, Darwin, yang bertujuan memastikan tidak ada anak yang merasa rendah diri atau terhambat pendidikannya akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Pemerintah daerah ingin seluruh anak memulai pendidikan dari titik yang sama. “Dengan seragam yang sama, anak-anak bisa lebih percaya diri saat bersekolah dan fokus belajar tanpa rasa minder,” ujarnya.
Ia menambahkan, program seragam dan alat tulis gratis ini bukan program jangka pendek, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Pemda Muna Barat menilai keberlanjutan kebijakan ini penting untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Untuk tahun anggaran 2026, program serupa kembali akan dijalankan dan direncanakan mulai disalurkan pada Juli mendatang. Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah mempersiapkan berbagai tahapan teknis, termasuk rapat koordinasi penyaluran agar bantuan dapat diterima tepat waktu dan tepat sasaran.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Muna Barat berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dari dunia pendidikan hanya karena faktor ekonomi. Lebih dari sekadar bantuan seragam, kebijakan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang setara, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan.
Reporter: Anjas

