Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Nias Selatan Hancur Lebur, Warga Meradang: "Jangan Tunggu Korban Berjatuhan!"

 


Nias Selatan - Kabarkonoha.com

Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lolomatua dan Ulunoyo di Kabupaten Nias Selatan dilaporkan hancur total. Ruas jalan yang berada di Desa Lawalawaluo, Kecamatan Lolomatua ini mengalami kerusakan parah hingga nyaris tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini sontak memicu keresahan dan kemarahan warga setempat.

 

Ardin Buulolo, seorang tokoh masyarakat Desa Lawalawaluo, mengungkapkan kepada awak media bahwa kerusakan jalan tersebut diperparah oleh curah hujan deras yang melanda wilayah Nias Selatan. Akibatnya, struktur tanah menjadi labil dan mengakibatkan badan jalan ambruk di sejumlah titik strategis.

 

"Di Desa Lawalawaluo ini saja, dalam jarak kurang dari satu kilometer, sudah ada lima titik kerusakan parah di sepanjang jalan lintas menuju Kecamatan Lolomatua dan Ulunoyo, begitu juga arah sebaliknya," tegas Ardin Buulolo. Ia menambahkan bahwa kondisi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi warga.

 

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi jalan Lintas Kecamatan Lolomatua Ulunoyo menuju Teluk Dalam maupun ke arah Kota Gunungsitoli sangat ekstrem. Lubang besar, badan jalan yang tergerus, serta permukaan jalan yang licin membuat kendaraan harus melintas dengan risiko tinggi. Tak jarang kendaraan terpaksa berhenti menunggu bantuan dari kendaraan lain, terutama roda empat.

 

Warga sekitar mengaku resah karena jalan ini merupakan akses vital bagi distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Rusaknya jalan lintas ini membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dan biaya transportasi meningkat drastis.

 

Kondisi jalan yang memprihatinkan ini juga mendapat sorotan dari sejumlah aktivis. Mereka menilai pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi Sumatera Utara, terkesan membiarkan kerusakan jalan tersebut tanpa penanganan serius. Padahal, jalan lintas ini memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

 

"Apa harus menunggu banyak korban dulu baru pemerintah bergerak membangun?" ujar seorang aktivis dengan nada geram. Ia menilai pembiaran terhadap jalan rusak sama saja dengan membiarkan potensi kecelakaan terus terjadi setiap hari.

 

Para aktivis juga mendesak para perwakilan masyarakat, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, agar tidak menutup mata terhadap penderitaan warga. Mereka diminta untuk menyuarakan kondisi ini hingga ke pemerintah pusat agar ruas jalan ini benar-benar mendapat perhatian dan segera diperbaiki demi keselamatan serta kepentingan masyarakat luas.

 

Liputan: Red

Redaktur: FS.B44

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال