![]() |
| Foto: Ilustrasi bangunan runtuh |
MUNA BARAT, KABARKONOHA.COM – GP3 Sultra menyoroti profesionalitas kepemimpinan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna Barat serta menyatakan akan melakukan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.
Ketua GP3 Sultra, Alzim, mengatakan bahwa jabatan strategis seperti Kepala Dinas PUPR seharusnya diisi oleh figur yang memiliki latar belakang keilmuan yang linear dengan bidang teknik dan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, ketidaksesuaian latar belakang keilmuan dengan jabatan yang diemban dikhawatirkan dapat mempengaruhi profesionalitas dalam menjalankan program pembangunan daerah.
“Jabatan Kadis PUPR sangat strategis karena berkaitan langsung dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah. Jika tidak diisi oleh orang yang memiliki keilmuan yang linear, dikhawatirkan ke depan dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan berpotensi merugikan negara,” ujar Alzim.
Ia menegaskan bahwa pihaknya juga telah memantau sejumlah rencana kerja serta proyek pembangunan yang akan dijalankan oleh Dinas PUPR Kabupaten Muna Barat dalam waktu dekat.
“Kami telah mengupdate sejumlah rencana kerja dan proyek pembangunan di Dinas PUPR Muna Barat. Karena itu, GP3 Sultra akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya,” tegasnya.
Selain itu, Alzim juga menyinggung informasi terkait laporan terhadap Kepala Dinas PUPR Muna Barat, Aswin, S.STP., M.Si, yang disebut pernah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara pada awal Januari 2026 terkait dugaan penipuan atau penggelapan dana pinjaman.
Menurutnya, informasi tersebut semakin memperkuat pentingnya evaluasi terhadap pejabat yang memegang jabatan strategis di sektor pembangunan daerah.
“Karena itu kami mendorong agar pemerintah daerah melakukan evaluasi secara objektif terhadap pejabat yang memegang peran penting dalam pembangunan daerah,” katanya.
Alzim menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan GP3 Sultra merupakan bagian dari tanggung jawab masyarakat sipil dalam memastikan pembangunan daerah berjalan secara transparan dan profesional.
Ia berharap Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dapat mempertimbangkan penempatan pejabat yang benar-benar memiliki kompetensi dan latar belakang keilmuan yang sesuai demi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Kami akan terus memantau pembangunan di Muna Barat. Jika jabatan strategis diisi oleh orang yang memiliki keilmuan yang linear, tentu itu akan jauh lebih baik bagi masa depan pembangunan Muna Barat,” tutupnya.
.png)
