Kabupaten Sorong, kabarkonoha.com_Kondisi jalan nasional ruas Sorong–Klamono, Papua Barat Daya, kian memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan serius berupa lubang menganga, retakan panjang hingga aspal patah yang membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua pada malam hari.
Berdasarkan pantauan warga, kerusakan terjadi di sepanjang ruas dari Aimas hingga Klamono. Sedikitnya terdapat sekitar 20 titik jalan rusak yang tersebar di beberapa kilometer, membuat perjalanan warga menjadi was was.
Salah satu warga Kampung Key, berinisial MS, Jumat (26/02/2026) di Kilometer 40, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir sudah terjadi dua kali kecelakaan di lokasi tersebut.
“Sudah dua kali kecelakaan dari Januari sampai Februari ini, dan semuanya terjadi malam hari. Kami jadi takut kalau harus ke Kota Sorong atau ke Aimas saat malam,” ujarnya.
Menurut MS, kerusakan jalan bukan hanya terjadi di satu dua titik, melainkan hampir merata di beberapa ruas. Ia mempertanyakan dana pemeliharaan jalan nasional yang dinilai tidak maksimal.
“Kalau diperhatikan dari Aimas sampai ke kampung kami, bahkan sampai Klamono, banyak sekali titik rusak. Kurang lebih ada 20 titik. Kami minta ini benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah Papua Barat Daya segera mengambil langkah cepat sebelum kembali menelan korban jiwa. Selain itu, mereka juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan untuk memeriksa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) 1 Sorong terkait penggunaan dana pemeliharaan dan perbaikan jalan nasional.
“Kami berharap KPK dan Kejaksaan bisa memeriksa BPJN 1 terkait dana pemeliharaan. Jangan sampai ada penyimpangan, sementara masyarakat yang jadi korban,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Kerja PJN 1 Sorong, Wahyudi Afendi, ST., MT., menjelaskan bahwa pihaknya merupakan unit kerja di bawah Kementerian Pekerjaan Umum wilayah Sorong dan mengakui adanya kejadian longsor di beberapa titik ruas jalan nasional.
Menurutnya, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Selain faktor cuaca, kondisi geografis jalan yang berada di lereng dan jurang dengan karakteristik tanah berpasir serta tingkat kembang-susut tinggi turut memperparah potensi longsoran.
Wahyudi menegaskan bahwa BPJN 1 Sorong tetap bertanggung jawab atas penanganan kerusakan tersebut. Pada Tahun Anggaran (TA) 2025, pihaknya telah melakukan penanganan di beberapa titik longsor, di antaranya ruas Sorong–Makbon dan Sorong–Klamono.(HmA)
Tags
SOSIAL
