Pemalang - Lapangan sepak bola Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menjadi lautan manusia pada Sabtu (1/11). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pembukaan Festival Mangga Tahun 2025, sebuah ajang dua tahunan yang kini makin mengukuhkan Pemalang sebagai sentra komoditas unggulan.
Acara bergengsi tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.ST.M.K., didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., serta Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., menandakan dukungan penuh Forkopimda terhadap festival ikonik ini.
Mengusung tema "Menyatukan Rasa Menuju Istana", Festival Mangga yang digagas oleh Ketua Panitia Endro Johan Kusuma ini dihadiri sekitar 1.500 peserta, termasuk unsur Forkopimda, OPD Provinsi dan Kabupaten, petani mangga, serta pelaku UMKM.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan, dilanjutkan dengan tradisi sakral Grebeg Gunungan Mangga, sebagai simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil panen di Pemalang.
Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.
"Festival Mangga ini terasa istimewa karena dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah dan para pegiat pariwisata dari berbagai daerah," ujar Bupati. Ia menegaskan bahwa sejak pertama kali digelar pada 2016, kemudian 2022, dan kini 2025, festival ini telah menjadi simbol komitmen Pemalang untuk mengembangkan potensi unggulan daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, dalam pidatonya menyampaikan rasa bangga terhadap keberhasilan masyarakat Desa Penggarit.
"Mangga Istana ini saya jadikan contoh potensi unggulan wilayah saat debat calon Gubernur Jawa Tengah," ungkap Gubernur Luthfi, memberikan pengakuan tingkat tinggi terhadap komoditas lokal Pemalang.
Beliau sangat mengapresiasi petani dan masyarakat Penggarit yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya Jawa Tengah. Gubernur Luthfi juga menegaskan bahwa Desa Penggarit layak dijadikan contoh kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat di Jawa Tengah.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, yaitu 31 Oktober hingga 2 November 2025, menyajikan beragam kegiatan menarik, mulai dari kirab budaya pengantin mangga, pameran UMKM, expo aneka mangga, ekonomi kreatif, hingga pentas seni tradisional.
"Tujuan festival ini tidak lain adalah mempromosikan produk unggulan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, menggeliatkan ekonomi lokal, melestarikan budaya dan alam, serta menciptakan daya tarik wisata baru di Kabupaten Pemalang," jelas Bupati Anom.
Pembukaan resmi ditutup dengan pertunjukan tari-tarian tradisional yang semakin memperkuat semangat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Penggarit. Kehadiran ribuan peserta dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten menegaskan bahwa Festival Mangga 2025 bukan sekadar promosi buah, melainkan pengukuhan identitas Pemalang sebagai daerah yang kaya potensi dan budaya.(*)

